Harga minyak dunia kembali menurun setelah laporan terbaru menunjukkan kenaikan stok minyak mentah di Amerika Serikat yang melebihi ekspektasi pasar. Tekanan ini semakin diperkuat oleh perlambatan permintaan global dan ketidakpastian ekonomi yang masih membayangi pasar energi. Investor tetap berhati-hati dalam mengambil posisi karena kombinasi pasokan berlebih dan prospek permintaan yang belum pulih membuat harga sulit bergerak naik.
Lonjakan Stok AS Tekan Pasar
Data terbaru menunjukkan persediaan minyak mentah AS meningkat signifikan, mengindikasikan bahwa konsumsi domestik belum cukup untuk menyeimbangkan produksi. Kondisi ini langsung memicu aksi jual di pasar minyak global.
Selain minyak mentah, stok bensin dan produk distilat juga meningkat, menegaskan lemahnya permintaan di sektor hilir. Biasanya musim dingin mendorong peningkatan konsumsi energi, tetapi tahun ini pola tersebut belum terlihat jelas, menambah tekanan pada harga.
Permintaan Global Belum Pulih
Faktor lain yang menekan harga adalah perlambatan ekonomi global. Aktivitas manufaktur dan industri di sejumlah negara besar masih melambat, sehingga permintaan energi juga rendah. Kebijakan suku bunga tinggi dari bank sentral utama turut menahan konsumsi dan investasi, sehingga tekanan pada harga minyak tetap ada.
Produsen Belum Memberi Dukungan Signifikan
Sikap produsen minyak dunia juga menjadi sorotan. Meski beberapa negara menyatakan kemungkinan pemangkasan produksi tambahan, pasar menilai langkah tersebut belum cukup efektif untuk menahan kelebihan pasokan. Beberapa negara non-aliansi bahkan menambah produksi untuk menjaga pendapatan fiskal, memperburuk kondisi pasar.
Prospek Harga Masih Negatif
Dalam jangka pendek, harga minyak diperkirakan masih akan berada dalam tekanan. Lonjakan stok AS dan perlambatan ekonomi global menjadi faktor utama yang membatasi peluang rebound. Pasar menunggu sinyal dari pemangkasan produksi atau perbaikan permintaan global untuk mengubah arah harga.
Meski demikian, faktor geopolitik dan kebijakan produsen tetap bisa memicu volatilitas mendadak. Saat ini, sentimen bearish masih mendominasi pergerakan harga minyak.











