Menggunakan Wi-Fi gratis di bandara internasional sering kali menjadi penyelamat bagi para pelancong yang ingin memeriksa jadwal penerbangan atau sekadar mengabari keluarga. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat risiko keamanan siber yang cukup besar karena jaringan publik merupakan target empuk bagi peretas untuk mencuri data sensitif seperti kata sandi, informasi kartu kredit, hingga dokumen pribadi. Untuk tetap aman saat berselancar di terminal bandara, Anda perlu menerapkan langkah-langkah preventif yang ketat agar privasi digital Anda tidak bocor ke tangan yang salah.
Gunakan Layanan Virtual Private Network atau VPN
Salah satu cara paling efektif untuk melindungi data Anda adalah dengan menggunakan VPN sebelum terhubung ke jaringan Wi-Fi bandara. VPN bekerja dengan cara mengenkripsi seluruh lalu lintas data yang keluar dan masuk dari perangkat Anda, sehingga pihak ketiga tidak dapat membaca aktivitas online Anda meskipun mereka berhasil menyusup ke dalam jaringan yang sama. Pastikan Anda sudah mengunduh dan mengaktifkan aplikasi VPN yang terpercaya sebelum menginjakkan kaki di area bandara agar perlindungan langsung aktif sejak detik pertama Anda terhubung ke internet.
Matikan Fitur Berbagi File dan Koneksi Otomatis
Banyak perangkat modern memiliki fitur “Auto-Connect” yang akan langsung menyambungkan ponsel ke Wi-Fi terbuka tanpa izin pengguna. Fitur ini sangat berbahaya di lingkungan bandara karena perangkat Anda bisa saja terhubung ke jaringan palsu yang sengaja dibuat oleh peretas dengan nama menyerupai Wi-Fi resmi bandara. Selain itu, pastikan Anda mematikan fitur berbagi file (seperti AirDrop atau File Sharing di Windows) agar orang asing yang berada di jaringan yang sama tidak dapat mengirimkan malware atau mengakses folder pribadi di dalam perangkat Anda.
Prioritaskan Situs Web dengan Protokol HTTPS
Saat menjelajahi internet menggunakan koneksi publik, selalu perhatikan bilah alamat pada browser Anda dan pastikan situs yang dikunjungi menggunakan protokol HTTPS. Protokol ini menandakan bahwa komunikasi antara browser dan server telah dienkripsi secara dasar. Hindari memasukkan data sensitif, seperti detail login perbankan atau informasi identitas, pada situs web yang hanya menggunakan HTTP standar karena data tersebut dikirimkan dalam bentuk teks biasa yang sangat mudah disadap oleh siapa pun yang memantau jaringan Wi-Fi tersebut.
Aktifkan Otentikasi Dua Faktor pada Semua Akun
Sebagai lapisan pertahanan terakhir, pastikan fitur Otentikasi Dua Faktor (2FA) telah aktif pada akun-akun penting Anda, seperti email, media sosial, dan aplikasi finansial. Dengan 2FA, meskipun peretas berhasil mencuri kata sandi Anda melalui jaringan Wi-Fi bandara, mereka tetap tidak akan bisa masuk ke akun Anda tanpa kode verifikasi tambahan yang dikirimkan ke nomor ponsel atau aplikasi autentikator Anda. Langkah sederhana ini secara signifikan mengurangi risiko pengambilalihan akun secara ilegal saat Anda sedang dalam perjalanan lintas negara.












